Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2026

Bekali 635 Mahasiswa Baru UNMUHA,Kepala BNNP Aceh : Waspadai Modus Narkoba melalui Liquid Vape


BANDA ACEH, SALAKANAGARA , Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, memberikan pembekalan kepada 635 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.(9/9/2026).

Kepala BNNP Aceh menyampaikan bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, perkembangan modus baru narkoba, wawasan kebangsaan,  serta bahaya radikalisme.

Kepala BNNP Aceh menekankan bahwa narkotika merupakan salah satu ancaman serius bagi generasi muda.

"Karena tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat merusak pendidikan, produktivitas, masa depan, serta ketahanan bangsa. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki pengetahuan dan ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh maupun terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika," tekannya dalam pembekalan 635 mahasiswa baru dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, (8/9/2026).

"Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyampaian materi adalah perkembangan "Modus Baru Penyalahgunaan Narkotika Melalui Liquid Vape Atau Rokok Elektrik'," ungkapnya.

Perkembangan teknologi dan tren gaya hidup generasi muda dapat dimanfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika untuk menyamarkan zat berbahaya dalam produk yang menyerupai liquid vape biasa.

"Liquid vape ilegal dapat disalahgunakan sebagai media yang mengandung berbagai zat psikoaktif dan narkotika, di antaranya ; sabu dalam bentuk cair, cannabis atau ganja cair, etomidate, dan ketamin. Modus tersebut perlu diwaspadai karena secara tampilan produk dapat menyerupai liquid vape pada umumnya sehingga berpotensi mengecoh masyarakat, khususnya generasi muda," terang Kepala BNNP Aceh.

Iya juga berpesan agar jangan mudah menerima, membeli, apalagi mencoba liquid vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

"Modus penyalahgunaan narkotika terus berkembang dan memanfaatkan tren yang digemari generasi muda, katanya.
Mahasiswa juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran narkotika melalui media sosial maupun lingkungan pertemanan.

"Kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba dinilai penting sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan diri mahasiswa," tegas Dedy.

Selain persoalan narkotika, Kepala BNNP Aceh mengingatkan mahasiswa mengenai ancaman "Radikalisme dan Intoleransi" yang juga dapat memengaruhi generasi muda.

"Mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan calon pemimpin bangsa diharapkan mampu berpikir kritis serta tidak mudah terpengaruh oleh propaganda, narasi, informasi, maupun ajakan dari pihak-pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab," tukas Tabrani.

"Mahasiswa perlu memiliki jiwa nasionalisme yang kuat agar tidak mudah dipengaruhi atau dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Perkuat rasa cinta tanah air, pahami nilai-nilai Pancasila, dan tetap kritis terhadap setiap informasi maupun ajakan yang diterima,” sambungnya.

Menurutnya, penguatan nasionalisme menjadi penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Mahasiswa tidak boleh menerima setiap informasi secara mentah, tetapi harus mampu melakukan verifikasi, memahami konteks, dan menyaring informasi berdasarkan nilai-nilai Pancasila, persatuan dan kesatuan bangsa.

"Bela negara tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pertahanan secara fisik. Bagi mahasiswa, bela negara dapat diwujudkan melalui belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, disiplin, menjaga integritas, menaati aturan, menghormati perbedaan, menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjauhi narkotika," beber Dedy.

Kepala BNNP Aceh mengajak seluruh mahasiswa baru UNMUHA untuk menjadi "Agen Perubahan (Agent of Change)" yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan kampus dan masyarakat, sekaligus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang toleran, nasionalis, sehat, produktif, dan bebas narkoba.

Pembekalan kepada 635 mahasiswa baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa sehingga memperkuat ketahanan generasi muda dalam menghadapi ancaman narkotika, radikalisme, intoleransi, serta berbagai informasi yang dapat mengganggu persatuan dan masa depan bangsa.

"Kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BNNP Aceh dan Universitas Muhammadiyah Aceh dalam mendukung pelaksanaan "Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)" serta membangun generasi muda Aceh yang sehat, berkarakter, nasionalis, dan berprestasi," pungkas Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani,


(Cut Purnama) SN


Senin, 01 Desember 2025

Membidani Kelahiran BPJS Kesehatan, Fachmi Idris Terima Life Achievement KORPRI Award Pada Gala Night HUT Korpri ke-54 di Jakarta


JAKARTA, SALAKANAGARA - Perintis lahirnya BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, menerima Life Achievement KORPRI Award atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun fondasi jaminan kesehatan nasional,  pada Gala Night HUT Korpri ke-54, di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Ketua Panitia Penghargaan KORPRI Award tingkat nasional, Rasio Ridho, mengatakan Fachmi dipilih karena jasanya yang besar dalam merintis sekaligus membesarkan BPJS Kesehatan selama tujuh tahun awal berdirinya.

“Mengingat jasanya yang besar, Pak Fachmi Idris bukan hanya melahirkan BPJS Kesehatan, namun juga mengasuh dan membesarkannya sampai usia 7 tahun sehingga bisa tegak berdiri dan berjalan sampai saat ini,” ujar Rasio Ridho.

“Jutaan masyarakat dengan kondisi sakit dan biaya tinggi telah terbantu melalui BPJS Kesehatan dengan iuran yang terjangkau, termasuk para ASN anggota KORPRI,” tambah Rasio Ridho yang juga Dirjen Penegakan Hukum KLHK.

Ketua Umum KORPRI Nasional, Zudan Arif Fakrulloh, menyebut Fachmi Idris sebagai figur teladan yang mencerminkan nilai-nilai pengabdian seorang ASN. Menurutnya, seluruh anggota KORPRI harus mampu menjadi Kompas Moral bagi bangsa.

Sementara Fachmi Idris menyampaikan rasa syukur dan kerendahan hatinya. “Rasanya banyak yang lebih pantas mendapat penghargaan tertinggi sebagai ASN ini, mengingat ada 5,5 juta anggota KORPRI yang mengabdi di seluruh pelosok negeri,” ujarnya kepada awak media.

Diketahui, Fachmi memulai kariernya sebagai abdi negara dengan mengabdi sebagai dokter puskesmas di daerah terpencil sebelum kemudian dipercaya memimpin transformasi besar di bidang jaminan kesehatan nasional.


(*) SN



Kampanye Digelar Cakades Jejalen Jaya Nomor Urut Satu Mikaja O'an, Pendukung : Pilih Pemimpin Yang Bisa Dipegang Omongannya !

KABUPATEN BEKASI , SALAKANAGARA - Calon Kepala Desa (Cakades) Jejalen Jaya nomor urut satu, Mikaja O'an beserta Tim Sukses menggelar k...


SOSIAL - BUDAYA


PENDIDIKAN - KESEHATAN